Cara Menyusun Jurnal Penyesuaian

Jurnal Penyesuaian merupakan jurnal yang harus disusun karena terdapat kondisi keuangan yang perlu disesuaiakan. Kondisi keuangan yang perlu disesuaikan tersebut terkait dengan berkurangnya atau bertambahnya nilai suatu akun. Misalnya saja terdapat penyusutan nilai mesin atau gedung, ataupun adaya penambahan utang gaji dan sebagainya, untuk lebih jelas silahkan baca postingan sebelumnya tentang Hakikat jurnal penyesuaian.
Dalam Postingan ini akan di jelaskan tentang:

Tips menganalisis ayat jurnal penyesuaian dengan benar

Agar lebih memahami teknik penyusunan jurnal penyesuaian maka dalam pembahasan ini akan dilakukan dengan menyediakan soal dan pembahasan penyusunan jurnal penyesuaian, Silahkan anda baca dan pahami dahulu soal (transaksi dan ayat jurnal penyesuaian dibawah ini)

Transaksi yang terjadi:
Tanggal 2 mei tahun 2012  : Saya mendirikan salon yang diberi nama
              "Salon efi" dengan menyetorkan uang sebesar Rp 7.500.000
Tanggal 3 Mei tahun 2012    : Dibayar sewa ruangan Rp 600.000 untuk satu
              tahun secara tunai
Tanggal 4 Mei tahun 2012    : Dibayar tunai peralatan Rp 2.000.000
Tanggal 5 Mei tahun 2012 : Dibayar perlengkapan secara kredit Rp 500.000
Tanggal 6 Mei tahun 2012    : Dibayar Iklan Rp 250.000 secara tunai
Tanggal 15 Mei tahun 2012  :
               a) Dibayar Gaji Karyawan untuk 15 hari
                 (tanggal 1 mei sampai 15 mei) Rp 360.000,
             b) Diterima hasil jasa Rp 1.000.000
Tanggal 19 Mei Tahun 2012  : Dibayar beban Listrik dan telepon Rp 300.000
Tanggal 20 Mei tahun 2012    : Diterima pinjaman dari bank Rp 15.000.000
Tanggal 23 Mei tahun 2012    :
             a) Dibeli Peralatan RP 1.900.0000 secara tunai
             b) Dibayar hutang Rp 250.000
Tanggal 31 Mei tahun 2012    :
            a) Diterima hasil jasa Rp 2.250.000
            b) Dibayar Gaji karyawan Rp 360.000
        c) Saya Mengambil uang dari kas untuk kepentingan keluarga
            sebesar Rp 500.000

Ayat Jurnal Penyesuaian (AJP) per 31 Mei 2012:
1. Peralatan diperhitungkan dapat dipakai lima (5) tahun.
2. Perlengkapan yang belum dipakai sampai dengan tanggal 31 Mei 2012 senilai Rp 125.000
3. Utang Bank diatas dengan Bungan 12% pertahun, bunga dibayar setiap bulan pada tanggal 23.
4. Sewa Ruangan diatas dicatat sebagai Beban.


Setelah anda membaca dan memahami transaksi yang terjadi selanjutnya akan dilakukan pembahasan tentang analisis AJP dan Penyusunan Jurnal Penyesuaian, Silahkan simak pembahasan berikut ini:
Berdasarkan AJP yang telah anda baca di atas maka diketahui terdapat empat (4) Kondisi yang memerlukan penyesuaian yaitu Penyusutan Peraltan, adanya Beban Perlengkapan, Utang Bunga bank dan Beban sewa.

Analisis Jurnal Penyesuaian Penyusutan peralatan

Penyusutan peralatan harus dibuatkan jurnal penyesuaian karena peralatan yang telah terpakai selama waktu pemakaian dicatat sebagai beban.
Telah diketahuai bahwa pada Tanggal 4 Mei Salon Efi membeli peralatan senilai Rp 2.000.000 dan pada tanggal 23 Mei senilai Rp 1.900.000 secara tunai Jadi jumlah total peralatan yang dimiliki Salon efi senilai Rp 3.900.000.
Diketahui dari AJP bahwa peralatan tersebut dapat dipakai selama 5 tahun (Umur ekonomis 5 th), sedangkan peralatan tersebut baru dipakai selama 1 bulan (tanggal 4 sampai 31 mei 2012) jadi terdapat pengurangan atau penyusutan nilai peralatan dalam 1 bulan.
penyusutan peralatan selama 1 bulan dapat dihitung sebagai berikut:
(2000.000+1900.000)/ (5X12) = 65.000
Keterangan:
2000.000    : Nilai peralatan yang dibeli tanggal 4 mei
1900.000    : Nilai Peralatan yang dibeli tanggal 23 Mei
5                 : 5 Tahun (Umur Ekonomis)
12               : Jumlah bulan dalam 1 tahun.
Jadi Jurnal Penyesuaian yang disusun adalah:
    Beban Penyusutan Peralatan .............. Rp 65.000
                Akumulasi Penyusutan Peralatan .............Rp 65.000

Analisis Jurnal Penyesuaian Perlengkapan

Perlengkapan perlu dibuat jurnal penyesuaian karena perlengkapan yang telah terpakai dicatat sebagai beban bukan lagi Perlengkapan.
Diketahuai bahwa pada tanggal 5 mei Salon efi membeli perlengkapan senilai Rp 500.000, Sedangkan sampai dengan 31 mei perlengkapan yang belum terpakai (tersisa) senilai Rp 125.000.
Jadi perlengkapan yang telah terpakai tidak lagi dicatat sebagai perlengkapan tetapi dicatat sebagai beban perlengkapan, sehingga perlu dibuat penyesuaian.
Perlengkapan yang terpakai dapat dihitung sebagai berikut:
Perlengkapan terpakai = Total Perlengkapan - Perlengkapan yang tersisa
                                   = 500.000 - 125.000
                                   = 375.000
Jadi Jurnal Penyesuaian yang dibuat adalah:
      Beban Perlengkapan ............... Rp 375.0000
                     Perlengkapan ......................Rp 375.000

Analisis Jurnal Penyesuaian Utang Bunga Bank

Utang bunga perlu dibuat penyesuaian karena bunga bank tersebut telah menjadi beban Salon efi namun belum dicatat sehingga perlu dicatat.
Diketahui bahwa pada tanggal 20 Mei Salon efi meminjam uang di bank sebesar Rp 15.000.000, dan diketahui dalam AJP bahwa dari pinjaman tersebut Salon efi dikenakan bunga sebesar 12% per tahun dan harus dibayar setiap tanggal 23 tiap bulan.
Jadi dalam hal ini kita mencari nilai utang bunga yang telah menjadi beban bunga yang harus dicatat dalam jurnal penyesuaian.
Perhitungan beban bunga dapat dihitung sebagai berikut:
Pembayaran bunga setiap tanggal 23 mei sehingga yang menjadi beban bunga mulai tanggal 23 sampai 31 mei yaitu 8 hari.
Perhitungan:
Bunga 1 tahun       ; 12% x 15.000.000 = Rp 1.800.000
Bunga 1 bulan       ; 1.800.000 : 12       = Rp 150.000
Bunga 1 Hari        ; 150.000 : 30           = Rp 5000
Jadi Bunga 8 hari  ; 5000 x 8                 = Rp 40.000
Dengan Demikian Jurnal Penyesuaian yang dibuat adalah:
 Beban Bunga Bank ........ RP 40.000
           Utang Bunga Bank ......Rp 40.000

Analisis Jurnal Penyesuaian Beban Sewa dibayar di muka

Diketahui bahwa pada tanggal 3 Mei dibayar sewa ruangan untuk satu tahun sebesar Rp 600.000, dan di AJP diketahui bahwa sewa ruangan tersebut dicatat sebagai beban.
Berdasarkan kondisi tersebut maka pada ahir bulan mei perlu dibuat penyesuaian terhadap sewa ruangan sehingga laporan keuangan yang dibuat Salon efi menunjukan nilai beban sewa yang sebenarnya.
Perhitungan:
Sewa 1 tahun                                   = Rp 600.000
Sewa 1 bulan  ; Rp 600.000 : 12      = 50.000
Jadi beban sewa bulan mei adalah Rp 50.000, Sehingga dibuat jurnal penyesuaian sebagai berikut:
     Sewa dibayar dimuka ...............Rp 550.000
                Beban sewa Ruangan..............Rp 550.000
Jika anda bertanya mengapa dalam jurnal penyesuaian nilai sewa dibayar dimuka dan beban sewa sebesar RP 550.000 Bukan Rp 50.000????
Maka jawabnya adalah:
Karena pada saat transaksi pembayaran sewa ruangan pada tanggal 3 mei sebesar 600.000 dijurnal umum dicatat sebagai beban, untuk jelasnya sbb:
    Beban sewa ruangan ....... Rp 600.000
           Kas .......................Rp 600.000
Sedangkan beban sewa ruangan yang dicatat tersebut diatas untuk satu tahun padahal sekarang baru berjalan satu bulan, sehingga agar dalam laporan keuangan khususnya laporan laba-rugi akun beban sewa menunjukan nilai yang sebenarnya yaitu Rp 50.000
maka disusun Jurnal Penesuaian sebagai berikut:
Sewa dibayar dimuka ...............Rp 550.000
        Beban sewa Ruangan...............Rp 550.000
Nah jika kita perhatikan akun beban sewa dalam jurnal umum posisinya adalah Debit sebaliknya akun beban sewa dalam jurnal penyesuaian posisinya Kredit, sehingga saldo beban sewa diperoleh dari nilai beban sewa debit dikurangi nilai beban sewa kredit. Jadi dalam laporan laba rugi nilai akun beban sewa adalah:
Rp 600.000 - Rp 550.000 = Rp 50.000. Dengan demikian akun beban sewa dalam laporan laba-rugi menunjukan nilai yang sebenarnya yaitu Rp 50.000.
Demikianlah pembahasan cara Praktis menyusun jurnal penysuaian dengan benar, semoga postingan ini dapat bermanfaat bagi anda,  Salam  Sukses....

0 Response to "Cara Menyusun Jurnal Penyesuaian"

Post a Comment