Kaum-kaum yang Telah Dibinasakan (Bag-1)



Di dalam buku ini, kehidupan dan akhir dari kaum-kaum yang durhaka kepada Allah ditampilkan dengan berbagai bukti peninggalan yang ada pada kita. Hanya orang-orang yang mau berpikir saja yang dapat mengambil pelajaran dari mereka.

Kata Pengantar

Itu adalah sebagain dari berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad); diantara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah.

Dan Kami tidaklah menganiaya mereka tetapi merekalah yang nenganiaya diri mereka sendiri, karena itu tiadalah bermanfaat sedikitpun, kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, di waktu azab Tuhanmu datang. Dan sembahan-sembahan itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali kebinasaan belaka.(QS Hud 100-101).


Allah menciptakan manusia dan memberikannya bentuk fisik dan spiritual , membiarkannya menuju kepada suatu tujuan tertentu dari kehidupan, dan akhirnya Allah menunjukan keberadaan-Nya dengan memberikan kepadanya kematian. Allah menciptakan manusia, dan berdasrkan ayat berikut: “Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan); dan dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?. (QS Al Mulk 14).

Ia lah satu-satunya yang mengetahui dan mengenalnya, yang mengajarkan kepadanya dan memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Untuk itulah, maka satu-satunya tujuan utama yang dimiliki oleh seseorang dalam kehidupan adalah untuk berdoa kepada Allah, memohon dan menyembah Allah. Untuk alasan yang sama, firman dan wahyu Allah dikomunikasikan kepada hambanya melaui para pembawa pesan-Nya(nabi) adalah menjadi petunjuk bagi manusia.

Al Qur’an adalah kitab yang terakhir dari Allah dan wahyu-Nya yang tidak akan pernah diubah.

Inilah sebabnya mengapa kita berkewajiban untuk menerima bahwa Al Qur’an sebagai petunjuk kita yang sebenarnya, dan mencermati semua keputusannya. Hal inilah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan manusia baik di dunia maupun di alam nanti.

Namun demikian, kita perlu untuk menelaah dengan penuh kehati-hatian dan dengan penuh perhatian apa yang diceritakan Al Qur’an kepada kita dan merenungkannya. Di dalam Al Qur’an, Allah menyatakan bahwa tujuan utama dari diwahyukannya Al Qur’an adalah tidak lain untuk menyuruh orang agar berpikir;
(Al Qur’an) ini adalah penjelasan yang cukup bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan dia, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.(QS Ibrahim: 52).

Berita-berita tentang kaum yang telah ada terlebih dahulu yang merupakan bagian penting dalam Al Qur’an, jelas-jelas merupakan sebuah hal yang patut untuk kita renungkan. Sebagian besar dari kaum ini mengingkari para nabi yang diutus kepada mereka dan terlebih lagi menunjukan rasa permusuhan terhadap mereka. Karena keberaniannya, merekapun mengundang kemurkaan Allah kepada mereka.dan merekapun telah disapu bersih dari muka bumi.

Al Qur’an menceritakan kepada kita bahwa peristiwa-peristiwa penghancuran ini hendaknya menjadi peringaatan bagi generasi berikutnya. Sebagai contoh, tepat setelah penggambaran dari hukuman yang diberikan kepada sekelompok orang Yahudi yang menentang Allah, disini dikatakan dalam Al Qur’an : “Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang di masa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS Al Baqarah 66).

Banyak kaum yang ingkar terhadap Allah atau memusuhi para Rasul-Nya telah dimusnahkan dari muka bumi. Sebagian mereka diadzab dengan letusan gunung berapi, sebagian oleh banjir, dan sebagian lagi oleh badai pasir. Buku ini memaparkan beragam siksaan Allah ini sebagaimana diungkap oleh ayat-ayat Alqur’an dan bukti-bukti penemuan arkeologi. Tujuan kita adalah untuk menyoroti semua peristiwa ini, setiap peristiwa yang merupakan “peringatn bagi mereka di masa itu”, sehingga mereka dapat menjadikannya sebagai sebuah “peringatan”.

Alasan kedua kita mempelajari penghancuran ini adalah untuk menunjukkan bahwa apa yang diungkapkan dalam ayat-ayat Al Qur’an benar-benar terjadi di dunia dan menunjukkan keautentikan (kebenaran/kesahihan) cerita-cerita dalam Al Qur’an. Di dalam Al Qur’an, Allah menjamin bahwa ayat-ayat-Nya dapat diamati di dalam konteks dunia luar. “Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesarnan-Nya, maka kamu akan mengetahuinya. (QS.An Naml: 93)”.

Dan mengatahui serta mengidentifikasi itu semua merupakan salah satu jalan utama yang membimbing kepada keimanan.

Hampir semua peristiwa penghancuran yang diceritakan dalam al Qur’an telah menjadi “dapat dilihat (observable)” dan dapat “dikenali (identifiable)” berkat berbagai penelitian terhadap asip yang dilakukan akhir-akhir ini serta temuan-temuan arkeologis. Dalam penelitian ini kita akan berhubungan dengan jejak-jejak dari beberapa peristiwa penghancuran yang disebutkan dalam Al Qur’an. (Ini haruslah dicatat bahwa beberapa kaum yang diceritakan dalam Al Qur’an belum seluruhnya termasuk dalam cakupan buku ini, karena di dalam Al Qur’an tidak terdapat waktu dan tempat yang terperinci yang diberikan tentang peristiwa-peristiwa tersebut, yang hanya disebutkan tentang perilaku penentangan mereka dan kejahatan terhadap Allah dan para nabi-Nya, dan untuk bencana yang menimpa mereka sebagai akibat dari perilaku mereka itu. Dengan demikian, orang-orang diserukan untuk mengambil sebuah peringatan/pelajaran dari mereka).

Tujuan utama kita adalah untuk melihat berbagai kenyataan dalam Al Qur’an melalui berbagai penemuan saat ini, sehingga menunjukkan kebenaran dari agama Allah kepada semua orang baik mereka yang telah beriman maupun yang tidak beriman.


dicopi dari buku terjemahan karya harun yahya

0 Response to "Kaum-kaum yang Telah Dibinasakan (Bag-1)"

Post a Comment